Lembaga Penjaminan Mutu | IAIN Pekalongan

  • Workshop BKD Online
    Workshop BKD Online 2019
  • Audit Mutu Internal 2019
    Audit Mutu Internal 2019 oleh Tim Auditor
  • Pelatihan APS 4.0
    Pelatihan Penyusunan Borang APS 4.0 oleh Prof. Dr. Suwito, M.A.
  • Pendampingan ISO
    Awareness dan Pendampingan ISO 9001-2015
  • Raker LPM 2019
    Rapat Kerja Tahunan Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Pekalongan
  • Sertifikasi ISO
    IAIN Pekalongan Raih Sertifikasi ISO 21001:2018 EOMS
  • Piagam IKAD
    Penyerahan Piagam Penghargaan Kepada Dosen dengan Indeks Kinerja Akademik Terbaik
  • Submit Borang
    Persiapan Submit Borang Akreditasi Program Studi
  • RTM 2019
    Rapat Tinjauan Manajemen 2019 Dipimpin oleh Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag.
  • Sosialisasi LAM
    Sosialisasi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Internasional oleh Dr. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc dan Kusmana, M.A., Ph.D.
  • Rekrutmen Auditor
    Pelatihan dan Rekrutmen Auditor Internal 2019

Tingkatkan Sistem Manajemen Mutu Pendidikan, IAIN Pekalongan Gelar Sosialisasi dan Awareness ISO 21001:2018

E-mail Print PDF

ISO-21001-2018

IAIN Pekalongan mengadakan Sosialisasi dan Awareness ISO 21001:2018 pada Kamis, 21 Maret 2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh IAIN Pekalongan sebagai awal dari rencana untuk menerapkan ISO 21001:2018 di kampus tersebut guna meningkatkan sistem manajemen mutu. Sistem manajemen mutu merupakan hal yang perlu terus dikelola dengan baik dalam setiap organisasi manapun, tak terkecuali dalam institusi pendidikan. Kehadiran ISO 21001:2018 menjadi bukti yang jelas bahwa sistem manajemen mutu pendidikan sangat perlu dibangun tanpa melupakan ruh (substansi) pendidikan itu sendiri. Hal ini disampaikan oleh Dr. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd. selaku narasumber.

Di awal sesi, narasumber menyampaikan beberapa perbandingan sistem manajemen mutu PTN besar di Indonesia dengan PTKIN sebagai sarana untuk memotivasi PTKIN khususnya IAIN Pekalongan dalam meningkatkan sistem manajemen mutu pendidikan.

Pada tengah dan akhir sesi kemudian dia menjelaskan tentang dampak dari implementasi manajemen mutu organisasi yang terjadi di semua bidang organisasi termasuk organisasi pendidikan. Seiring perkembangan zaman, organisasi pendidikan harus mampu untuk sustainable (bertahan, berkelanjutan). Jika tidak, ia akan mengalami kesulitan dan tergerus oleh perubahan. Misalnya, dalam instrumen 9 (sembilan) kriteria akreditasi institusi akan lebih dibidik tentang kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kuantitas lahan (Pra Sarana) dan untuk peringkat akreditasi Unggul (A) tidak boleh ada satupun prodi yang akreditasinya C, ungkap Sugeng Listyo. Organisasi yang tidak bagus seringkali dijumpai manajemen mutunya kacau. Artinya manajemen mutu berpengaruh pada manajemen kampus. Kendati kemajuan kampus tidak semata-mata dipengaruhi oleh faktor manajemen tertentu. Tetapi manajemen menyumbang lumayan besar pada pertumbuhan kampus, imbuhnya. Pada beberapa kasus, organisasi pendidikan yang tidak manageable, untuk maju maka perlu lompatan-lompatan khusus, dan hal itupun perlu didukung dengan kepemimpinan yang kuat (riskable), sosialisasi yang kuat dan sistem kontrol (evaluasi dan penilaian) yang kuat pula.

Pada instrumen akreditasi perguruan tinggi 9 (sembilan) kriteria nanti juga ada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan dari BAN-PT dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) yang merupakan standar penetapan dari perguruan tinggi. IKT inilah yang perlu dimasukkan ke dalam prinsip-prinsip ISO perguruan tinggi tersebut sehingga prinsip-prinsip ISO yang dianut oleh PT itu connect dengan indikator-indikator dalam instrumen akreditasi 9 (sembilan) kriteria. Adapun prinsip-prinsip itu adalah: (1) Fokus pada mahasiswa dan stakeholders, (2) Kepemimpinan yang visioner, (3) Engagement (Keterlibatan dan mencintai), (4) Approach, (5) Improvement, (6) Mendasarkan keputusan pada fakta, (7) Relationship management, (8) Tanggungjawab sosial, (9) Accessible, (10) Etika dalam pendidikan, dan (11) Keamanan dan perlindungan data. —LA