Lembaga Penjaminan Mutu | IAIN Pekalongan

  • Workshop ISO
    Workshop Manajemen Mutu Berbasis ISO 9001:2015 bekerjasama dengan TUV Rheinland
  • Pembukaan AMI
    Pembukaan Audit Mutu Internal Periode September 2017
  • Rapat Tinjauan Manajemen
    Rapat Tinjauan Manajemen dan penyampaian hasil Audit Mutu Internal
  • Workshop WT
    Workshop Penyusunan Dokumen Wewenang dan Tanggungjawab oleh Dr. M Fakhri Husein, SE., M.Si
  • Gugus Kendali Mutu
    Suasana Pelantikan Gugus Kendali Mutu IAIN Pekalongan
  • Audit Mutu Internal
    Suasana Audit oleh Auditor Mutu Internal
  • FGD Renstra
    FGD Penyusunan RIP, Renstra, dan Renop IAIN Pekalongan
  • Pengesahan RIP dan Renstra
    Pengesahan RIP dan Renstra Institut oleh Rektor IAIN Pekalongan
  • Sosialisasi SAPTO
    Sosialisasi Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO)

LPM Adakan Sosialisasi Sistem Akreditasi Online (SAPTO)

E-mail Print PDF

saptoLembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pekalongan mengadakan sosialisasi Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO), di Hotel Horison Pekalongan pada hari Minggu, 22 Oktober 2017 yang bertepatan dengan hari Santri Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh Rektor, Kepala Biro, Wakil Rektor, para dekan, wakil dekan bidang akademik dan kelembagaan, seluruh ketua jurusan, kepala UPT, dan direktur pascasarjana serta ketua program studi di lingkungan pascasarjana. Menurut Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Amat Zuhri, M.Ag bahwa kegiatan ini terselenggara atas kegigihan dan keseriusan Rektor IAIN dalam usahanya untuk meningkatkan mutu dan akreditasi program studi dan institusi. SAPTO adalah sistem yang dikembangkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses akreditasi perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh BAN-PT. SAPTO mendukung setiap proses yang dilakukan dalam akreditasi seperti pengajuan usulan akreditasi oleh perguruan tinggi, pemeriksaan dokumen, penugasan asesor dan validasi yang dilakukan, proses Asesmen Kecukupan (AK) dan Asesmen Lapangan (AL) oleh asesor.

Dalam sistem SAPTO Perguruan Tinggi (PT) berperan sebagai entitas yang mengajukan usulan akreditasi baik untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), maupun Akreditasi Program Studi (APS). "Setiap perguruan tinggi akan diberi 1 (satu) akun menggunakan kode perguruan tinggi yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). Akun tersebut digunakan untuk mengajukan akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi yang berada di lingkungan perguruan tinggi tersebut", imbuh Zuhri.

Sosialisasi SAPTO ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor mengatakan bahwa kegiatan ini penting, karena terinspirasi dari kegelisaan para Rektor pada rapat koordinasi Forum Rektor yang dilaksanakan di Hotel Mercure Nusa Dua Bali, difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlangsung selama 3 hari yaitu 24 sampai 26 September 2017.

Menurut Ade bahwa "Prof. Dr. Phil H. Kamaruddin, M.A  Direktur Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama R.I. dalam sambutannya ada beberapa point sebagai program prioritas bersama yaitu: Pertama, perlu ada koordinasi yang baik antara forum rektor dengan direktorat dalam hal melakukan komunikasi dengan BAN PT. Kedua, BAN PT berharap setiap kampus harus terayomi artinya bahwa Perguruan Tinggi Islam perlu menggandeng PTKIS di sekitarnya. Kegita, setiap notulensi kegiatan dan dokumen lainnya harus dipublikasikan secara online. Keempat, kita kaya dengan potensi para dosen yang mampu mengisi jurnal internasional, tapi anehnya kita minim sekali memiliki jurnal terakreditasi internasional, sehingga seluruh kegiatan di IAIN Pekalongan harus mempunyai kontribusi terhadap akreditasi", imbuh Ade.

Selama sehari kegiatan sosialisasi SAPTO ini diikuti oleh 45 peserta, dengan mendatangkan nara sumber dari IAIN Tulungagung selaku Asesor BAN-PT (Asesor APS, AIPT, dan Surveillance) Dr. H. As'aril Muhajir, M.Ag, bahwa beliau menyampaikan menurut UU No.12 Tahun 2012 yakni tentang Pendidikan Tinggi, "program studi diselenggarakan atas izin menteri setelah memenuhi syarat akreditasi, karena gelar akademik dan vokasi dinyatakan tidak sah dan dicabut oleh menteri apabila dikeluarkan oleh perguruan tinggi dan/atau program studi yang tidak terakreditasi. Selain itu untuk menjadi perguruan tinggi yang menjadi rujukan (destination) oleh user maupun masyarakat maka ada tiga aspek yang harus diperhatikan oleh PT tersebut yaitu distinction, excellence, dan accreditation", imbuh As'aril.

Moderator tunggal Agus Fakhrina, M.S.I membagi acara sosialisasi ini menjadi dua sesi, pada sesi I diisi dengan materi tentang SAPTO baik penjelasan mengenai peraturan BAN-PT terkait SAPTO, petunjuk penggunaan SAPTO dan instrumen SAPTO dan juga sesi tanya jawab. Pada sesi II para peserta sosialisasi diberikan pelatihan teknis cara mengakses dan submisi dokumen akreditasi melalui SAPTO. (LPM)