Lembaga Penjaminan Mutu | IAIN Pekalongan

  • FGD Renstra
    FGD Penyusunan RIP, Renstra, dan Renop IAIN Pekalongan
  • Pembukaan AMI
    Pembukaan Audit Mutu Internal Periode September 2017
  • Sosialisasi SAPTO
    Sosialisasi Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO)
  • Pengesahan RIP dan Renstra
    Pengesahan RIP dan Renstra Institut oleh Rektor IAIN Pekalongan
  • Workshop ISO
    Workshop Manajemen Mutu Berbasis ISO 9001:2015 bekerjasama dengan TUV Rheinland
  • Gugus Kendali Mutu
    Suasana Pelantikan Gugus Kendali Mutu IAIN Pekalongan
  • Audit Mutu Internal
    Suasana Audit oleh Auditor Mutu Internal
  • Rapat Tinjauan Manajemen
    Rapat Tinjauan Manajemen dan penyampaian hasil Audit Mutu Internal
  • Workshop WT
    Workshop Penyusunan Dokumen Wewenang dan Tanggungjawab oleh Dr. M Fakhri Husein, SE., M.Si

Leadership Training Pimpinan, Upaya Membentuk Pimpinan yang Berkarakter dan Berintergritas

E-mail Print PDF

leadership-training

Bertempat di Hotel Green Valley Bandungan-Semarang, tepatnya Tanggal 30 November – 1 Desember 2017, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan menyelenggarakan leadership training bagi seluruh pimpinan dengan tema "Mewujudkan Kepemimpinan yang Berkarakter dan Berintegritas". Peserta kegiatan ini adalah seluruh Pejabat Akademik dan Administrarif di IAIN Pekalongan sebanyak 84 orang, termasuk Ketua dan Sekretaris Senat.

Rektor IAIN Pekalongan, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. dalam sambutan pembukaan menyampaikan, kegiatan ini merupakan amanat Renstra IAIN Pekalongan 2017-2021. Beliau menambahkan, tujuan dari kegiatan ini agar bisa memberikan penyegaran dan wawasan kepada jajaran pemimpin di IAIN Pekalongan, agar bisa menjadi seorang pemimpin yang benar-benar mampu mengajak dan membimbing seluruh staf, sesuai dengan visi, misi institusi maupuan visi, misi fakultas, jurusan/program studi, dan unit kerja.

"Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, maka ia harus memiliki sifat dan teknik kepemimpinan. Sehingga kegiatan semacam ini sangat perlu dilaksanakan, selain untuk meningkatkan kompetensi diri juga sebagai bekal bagi kita semua terutama bagi yang pertama kali menerima amanah sebagai pimpinan di IAIN Pekalongan", imbuh Ade.

Leadership Training terselenggara atas kerja sama IAIN Pekalongan dengan Trustco Nusantara, sebuah lembaga capacity building yang bergerak dalam bidang training motivasi, leadership dan pengembangan kapasitas.

Satu diantara trainer, Fuad Widyantoro mengatakan, di perguruan tinggi ada core compentency pillars yang harus diperhatikan, diantaranya adalah pertama; customer service orientation yaitu, memberikan informasi yang benar, memperjelas bila terjadi kesalahan, memenuhi kebutuhan pelanggan, menangani masalah yang timbul, dan pertahankan hubungan baik. Kedua; care to ethical behaviour yaitu, norma, nilai pemahaman serta implementasinya, mampu menghindari benturan kepentingan, jadilah teladan yang baik, dan Lakukan pekerjaan secara konsisten dan dipercaya oleh orang lain. Ketiga, compliance yaitu kenali aturannya, ikuti peraturan dan hindari penyimpangan, melakukan pekerjaan untuk memenuhi baku mutu, disampaikan layanan standar, dan pastikan proses dan servis dilakukan dengan standar dan kualitas dan keempat; commitment for achievement yaitu inisiatif melakukan tindakan dan melakukan tindakan sendiri, tampilkan antusiasme, tekad, keuletan dan ketekunan, prioritaskan tugas dan gunakan waktu secara efisien, memastikan hasil kontrak disampaikan secara efisien dan efektif dan tujuan dicapai dalam kerangka waktu yang disepakati. Sementara itu, Trainer Joko Winarso menyampaikan tentang pentingnya bekerja degan hati (working by heart) dan senantiasa mensyukuri apa yang kita terima.

Hari kedua dari rangkaian leadership training diakhiri dengan inspiring outbond. Tujuan diadakan outbond diantaranya: (1) Mampu meningkatkan kemampuan aktualisasi diri seorang pimpinan yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan kampus, (2) Menumbuhkan jiwa leadership yang mungkin selama ini belum tampak dan untuk mengasah jiwa leadership seseorang terutama ketika mengatasi permasalahan yang ada, (3) Menumbuhkan arti penting kebersamaan untuk memupuk rasa kebersamaan dan peduli terhadap sesama, dan (4) Menjadi sarana refreshing bagi peserta, mereka akan sangat menikmati permainan di sela-sela rutinitas kantor.

Ketua Tim Pokja Leadership Training, Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. mengatakan, berbagai macam game yang diikuti dalam outbond mempunyai peranan penting untuk membangun kerjasama tim, keuletan, kedisplinan, kecepatan berpikir, kehati-hatian dll. Dalam sesi penutupan, beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan secara reguler setiap akhir tahun guna mengecas semangat dan motivasi kerja sekaligus mendapatkan refreshing di akhir tahun setelah penat bekerja selama setahun penuh. (NLM-2017)